Rahmat International Wildlife Museum

Rahmat International Wildlife Museum

Wisataasik.info – Hari tidak begitu cerah, ada awan yang menandakan jatuhnya hujan. Tetapi karena sejak hari Senin saya berlibur, tidak ada gunanya jika Anda menghabiskan hanya untuk pensiun, itu juga disebut blogger perjalanan, kan? Keinginan untuk berjalan-jalan tiba-tiba muncul, tetapi karena saya hanya memiliki satu hari libur, jalan-jalan tampaknya lebih menarik di kota, terutama dalam beberapa kali, alam tidak ramah dan terlalu berbahaya untuk meninggalkan kota karena kecelakaan lalu lintas. Lalu lintas dan bencana alam di mana-mana. Jadi sepertinya tenang di kota Medan adalah pilihan terbaik saat itu.

Aku pun mulai berpikir untuk menentukan destinasi wisata yang akan aku kunjungi, tak lama kemudian pilihanku pun jatuh kepada Rahmat International Wildlife Museum and Gallery. Kenapa aku memilih kesana ? Selain karena museum ini adalah museum satwa terlengkap di Asia, aku juga sama sekali belum pernah mengunjungi museum ini, padahal aku sudah 9 tahun berada di Medan. Selain itu objek wisata yang berlokasi di Jalan Letjend S. Parman no 309 ini juga merupakan museum satwa terbesar dan terlengkap di kawasan Asia, keren kali bah kota Medan ini.

Sekitar jam 10 pagi aku pun berangkat dengan motor, kenapa naik motor ? ya karena yang ada cuma motor, mobilnya masih di showroom belum bisa dibeli, kurang 2 ribu perak lagi. Hhhaha

Jarak dari kos aku ke museum ini tidak begitu jauh, 15 menit sudah sampai. Tiba disana aku sempat bingung memarkirkan motorku, soalnya aku hanya melihat mobil saja yang terparkir, aku sama sekali tidak melihat satu motor pun, kan ga mungkin juga tempat ini berlaku hanya untuk pemilik mobil saja, jadi rakyat kecil seperti aku ini harus parkir dimana ? Parkir di hati adek itu aja kali ya.

Akhirnya seorang petugas Satpam menghampiriku yang tengah dilanda kebingungan. Ia pun mengarahkanku untuk parkir di sebuah lorong yang berada di sudut sebelah kanan bangunan museum. Setelah memarkirkan motor aku menuju loket pembelian tiket, aku pun harus merogoh kocek sebesar Rp. 50.000 untuk kategori Dewasa, padahal aku sudah berpenampilan seimut mungkin biar disangka pelajar, karena kalau pelajar mendapat diskon 50%, wajah yang menua memang tidak bisa dibohongi ya

Baca juga : Wisata Pulau Samosir

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah museum milik seorang pengusaha bernama Rahmad Shah, beliau adalah ayah dari artis terkenal Raline Shah, pengusaha dan juga diplomat ini juga merupakan satu-satunya putera Bangsa Indonesia yang namanya masuk dalam buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan African Big Five Grand Slam Award. Rasa cinta pada alam dan satwa membuatnya terdorong untuk mendirikan museum ini 19 tahun lalu, tepatnya 24 Mei 1999.

Bangunan ini berlantai 3 lengkap dengan pendingin di setiap ruangannya, jadi pengunjung dijamin tidak akan kegerahan. Memasuki lantai satu aku langsung disuguhkan oleh koleksi hewan-hewan yang termasuk dalam kategori African Big Five, yaitu 5 hewan paling besar dan berbahaya yang ada di Afrika seperti Gajah Afrika, Badak Putih, Banteng Afrika, Singa, dan Macan Tutul. Mereka ditempatkan di dalam sebuah kandang yang didesain semirip mungkin dengan suasana di savana afrika, bahkan gaya satwa-satwa yang diawetkan ini saat menangkap mangsa dibuat persis seperti aslinya. Untung sudah diawetkan, kalo ga mana lah pulak berani aku sedekat itu sama hewan-hewan buas ini.

Kemudian di samping kandang African Big Five aku melihat koleksi kawanan serigala yang berhadapan dengan kandang jenis-jenis kucing, baik kecil maupun besar seperti Harimau, Singa, Cheetah, Macan Tutul, bahkan Panther. Khusus untuk Panther ini, aku menduga jangan-jangan ia diimpor langsung dari Wakanda untuk melindungi kota Medan. Wakanda Forever !!!! Hhahaha

Setelah itu aku pun memasuki sebuah ruangan Reptile Room. Disini aku bisa melihat segala jenis reptil seperti Buaya, Ular, Kadal, bahkan hewan yang termasuk hewan purba seperti komodo. Tidak jauh dari Reptile Room juga terdapat sebuah Cafe bernama Hunter Cafe, jadi kita ga perlu takut kelaparan kalo berkunjung ke tempat wisata yang satu ini.

Beranjak dari Hunter Cafe aku menuju Bear Room. Semua jenis beruang ada disini, baik yang ada di hutan maupun yang ada di Kutub Utara. Suasananya pun dibuat mirip dengan Kutub Utara. Sepintas aku merasa seperti berada saat musim salju di Jepang, bedanya mungkin kalau di Jepang mungkin aku dikelilingi cewek-cewek berkulit mulus, tapi disini aku malah dikelilingi beruang-beruang berbulu lebat.

Tidak lupa juga museum yang memiliki karyawan 20 orang ini juga menyediakan Safari Night buat yang ingin merasakan sensasi berjalan-jalan malam hari di hutan belantara. Disini aku bisa mendengar auman Singa dan Harimau, teriakan Monyet, Ular yang mendesis, suara adek itu eh maksudnya suara Burung Hantu, bahkan lolongan serigala agar menambah suasana semakin mencekam. Ruangan yang gelap membuatku ingin memotret dengan menggunakan flash, tapi sayangnya disini tidak diperbolehkan memakai flash. Ada yang tahu kira-kira alasannya apa ?

Sehabis berkeliling di lantai satu melihat aneka Kucing, Serigala, Beruang, Zebra, dan Kambing aku pun beralih ke lantai 2 gedung ini. Disini juga tidak kalah menakjubkan, lantai 2 ini memiliki perpustakaan, koleksi aneka primata, berbagai satwa di savana Afrika, kerangka-kerangka hewan, dan tidak lupa juga spesies-spesies khas Indonesia kita tercinta. Disini juga terdapat sebuah mushola, jadi umat muslim tidak perlu takut ketinggalan sholatnya, pengelola museum juga menyediakan colokan bagi pengunjung yang kehabisan baterai ponsel. Awalnya aku mengira tempat ini hanya memiliki koleksi hewan, tapi ternyata museum ini juga memiliki kompilasi barang-barang pribadi dan juga foto-foto pesepakbola dan artis terkenal di dunia, seperti David Beckham, Pele, Zidane, Ronaldo, Pierce Brosnan, Arnold Schwarzenegger. Selain diisi oleh satwa-satwa normal, lembaga konservasi dan sarana hiburan ini juga menampilkan hewan-hewan “unik”, seperti Sapi Kepala Dua, Domba Kepala Dua, Kambing Bermulut Tapir, dan masih banyak lagi. Tidak salah jika Rahmat International Wildlife Museum and Gallery ini menjadi museum satwa terlengkap di Asia karena memiliki koleksi sebanyak 2000 lebih spesies. Oh ya di lantai tiga juga terdapat Convention Hall yang bisa disewa untuk seminar, rapat, acara ulang tahun, dll.

Mungkin ada yang bertanya dari mana museum ini dapat menyimpan hewan sebanyak itu. Menurut salah satu karyawannya, sebagian satwa disini dikumpulkan oleh Rahmat Shah dari hasil perburuan resminya dengan konsep konservasi yang telah dilakukan oleh hampir seluruh negara yang berguna untuk mencegah kepunahan dan menambah populasi satwa liar di lingkungannya, itu pun hanya 1% saja dari keseluruhan hewan yang ada. Sisanya didapatkan dari hewan yang mati di berbagai kebun binatang, sumbangan dari teman-teman, serta pembelian dari berbagai negara yang tentukan dilakukan secara legal.

Usai berkeliling di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, aku pun merasa terinspirasi, khususnya kepada Pak Rahmat Shah. Pasalnya aku melihat betapa cintanya beliau kepada binatang dan dunia konservasi alam, sampai rela menghabiskan dana yang besar hanya untuk membangun sebuah museum. Sangat wajar bila ia menerima puluhan atau mungkin ratusan penghargaan yang berderet dan terpajang di museum. “ Jika yang aku inginkan adalah keuntungan, maka seharusnya aku membangun sebuah mall ,” seperti itulah katanya dalam sebuah artikel yang aku baca.

Sudah 4 jam lebih aku berkeliling, kaki pun terasa pegal. Pukul 2 siang aku pun meninggalkan museum. Oh iya tiket masuknya tadi jangan sampe hilang ya, soalnya tiketnya itu nanti di scan di pintu keluar. Kalau sampe hilang siap-siap aja bermalam di museum ini. Kalau plesiran ke Medan jangan lupa ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery ya. Museum ini buka setiap hari kok, dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Ajak teman, saudara, atau keluarganya.

Related posts